WFH Dongkrak Keuntungan Pengembang Gim Angry Birds

toptrending365.com – Gim tidak dimungkiri menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan positif selama masa pandemi ini, terutama karena aturan Work from Home di sejumlah negara. Hal ini juga berimbas pada pengembang gim Angry Birds, Rovio Entertainment.

Dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2020), keuntungan operasional yang diperoleh Rovio melonjak hingga 160 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Pertumbuhan ini disebut tidak lepas dari meningkatkanya partisipasi pemain selama pandemi Covid-19 ini.

“Kami mencapai rekor pendapatan gim yang tinggi didorong oleh performa kuat dari gim utama kami,” tutur CEO Rovio Kati Levoranta dalam pernyataan resminya.

Peningkatan ini terjadi karena jumlah unduhan, pemain aktif harian, dan partisipasi pemain yang cukup tinggi di Angry Birds mulai akhir April 2020.

Kendati demikian, kondisi ini tidak dibarengi dengan pendapatan dari film sekuel Angry Birds. Menurut laporan, pendapatan dari film Angry Birds 2 ternyata lebih rendah dari yang diperoleh di gim.

Oleh sebab itu, pendapatan dari film yang ditayangkan pada Agustus 2019 itu menurun pada kuartal kedua 2020. Namun dari laporan Rovio Entertainment, film sekuel Angry Birds itu menjadi salah satu film paling banyak ditonton Netflix pada musim semi tahun ini.

Penjualan Gim PS4 selama Pandemi Covid-19 Meningkat Hampir Dua Kali Lipat

Selain Rovio, Sony juga mengumumkan adanya peningkatkan penjualan PS4 selama masa pandemi saat ini. Sony melaporkan 91 juta gim PS4 telah terjual selama periode tiga bulan terakhir hingga 30 Juni 2020.

Sebagaimana dikutip dari Engadget, angka itu menunjukkan peningkatan 83 persen lebih tinggi daripada kuartal yang sama pada tahun lalu dengan angka penjualan 49,8 juta gim.

“Meskipun sejumlah faktor seperti karyawan yang bekerja dari rumah dan pembatasan perjalanan internasional, langkah-langkah yang diperlukan sedang kami tempuh dan persiapan sedang dilakukan dengan peluncuran konsol yang dijadwalkan untuk musim liburan 2020,” kata Sony dalam laporan tersebut.

Disebutkan pula bahwa di antara total transaksi tersebut di atas, 74 persen di antaranya merupakan pembelian gim secara digital. Selain itu, Sony saat ini juga mencatatkan 44,9 juta member PS Plus.

Kontras dengan penjualan gim, penjualan perangkat keras mengalami penurunan. Perusahaan menjual 1,9 juta unit konsol PS4 selama periode tiga bulan tersebut.

Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang menyentuh 1,4 juta unit, memang ada peningkatan, tetapi angka itu juga 41 persen lebih rendah daripada kuartal yang sama tahun pada lalu dengan penjualan 3,2 juta unit.

Selama Pandemi Covid-19, Minat Anak Indonesia Main Gim di PC Menurun

Di sisi lain, berdasarkan studi terbaru Kaspersky, selama beberapa bulan terakhir ini minat anak-anak bermain gim di PC mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelum terjadinya pandemi.

Menurut laporan data anonim yang dikumpulkan oleh Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS, anak-anak mengalami penurunan minat pada gim di komputer pribadi mereka selama masa karantina.

Dikutip dari keterangan resminya, Jumat (5/6/2020). selama periode Maret hingga Mei 2020, minat dalam kategori ini menurun secara konsisten dibandingkan dengan dua bulan pertama 2020.

Adapun penurunan minat anak-anak dalam bermain gim hanya relevan untuk perangkat PC Windows, karena memang memiliki kecenderungan bermain gim di PC ber-OS Windows ketimbang Mac.

Ini mungkin disebabkan sebagian besar gim PC dirilis khusus untuk Windows: misalnya, di toko gim online populer, seperti Steam, gim yang tersedia untuk macOS berjumlah lebih sedikit.

Di Indonesia sendiri, minat anak-anak terhadap gim PC mengalami perubahan signifikan dalam lima bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan statistik Kaspersky, minat tertinggi gim PC untuk anak-anak di Tanah Air saat April 2020 dengan angka sebesar 16,32 persen dan menurun pada bulan Mei menjadi 13,23 persen.

“Menurunnya minat pada gim PC dapat dijelaskan oleh meningkatnya kebutuhan dalam penggunaannya untuk kegiatan lain. Misalnya, proses pendidikan lebih mudah di akses melalui komputer pribadi daripada di perangkat seluler,” komentar Anna Larkina, pakar analisis konten web di Kaspersky.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *