Penyebab dan Tips Mengatasi Nyeri Setelah Bercinta di Malam Pertama

toptrending365.com – Sebagai pasangan suami istri, bercinta di malam pertama bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Namun tak semua pasangan bisa merasakan langsung kebahagiaan. Sebab, biasanya bila pasangan kurang terlumasi, wanita bisa merasa nyeri di dalam vagina Anda, atau sensasi terbakar di dekat vulva Anda, atau rasa sakit yang menusuk hingga panggul.

Perlu Anda ketahui bahwa nyeri pasca-seks sebenarnya sangat umum terjadi. “Satu dari tiga wanita mengalami nyeri selama atau setelah hubungan seksual,” ujar Michael Ingber, MD, direktur urogynecology untuk Saint Clare’s Health System di New Jersey dan asisten profesor klinis urologi di Weill Cornell Medical College di New York, seperti dikutip Health.com.

Sedangkan menurut dokter obgyn, itu menjadi salah satu masalah utama yang mereka sering temukan pada pasien. Ada banyak kemungkinan penyebab serta cara mengatasinya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan gambaran tentang apa yang mungkin ada di balik rasa sakit yang Anda rasakan, kemudian bicarakan dengan dokter Anda tentang hal itu. Berikut ini merupakan sedikit gambarannya:

1. Anda mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Satu dari lima wanita mengalami ISK, menurut National Kidney Foundation. Nyeri di dalam dan sekitar area kemaluan Anda adalah salah satu gejala yang paling umum. Apa yang sedang terjadi? “(Peradangan akibat infeksi) dapat menyebabkan kejang pada otot-otot yang mengelilingi organ panggul,” jelas Dr. Ingber.

Ketika Anda melakukan hubungan seks penetrasi, dan penis pasangan Anda melakukan kontak berulang kali dengan dinding vagina, kejang ini bisa semakin parah dan sangat menyakitkan.

Menurut Dr. Ingber, rasanya seperti ada seseorang yang meninju Anda dengan kuat dan berulang-ulang di titik yang sama. Sama seperti efek ditinju tersebut, respon tubuh yang sama terjadi pada panggul dan otot sekitar vagina, kemungkinan berupa kejang otot.

Tips: Jika Anda mengalami gejala ISK lainnya, seperti kencing berbau busuk atau nyeri saat buang air kecil, beri tahu dokter Anda. Cara menagtasinya bisa jadi hanya dengan resep antibiotik.

2. Penis terlalu besar

“Anatomi memainkan peran penting dalam nyeri setelah berhubungan seks. Rata-rata vagina wanita tidak lebih dari lima inci (sekitar 13cm) atau lebih, oleh karena itu, ‘rata-rata’ (panjang penis) pria, yang mungkin memiliki panjang enam inci (sekitar 15cm), masih dapat menyebabkan trauma yang signifikan pada dasar panggul yang dapat menyebabkan kram pasca-seks,” jelas Dr. Ingber.

Tips: Jika masalahnya ini dan vagina Anda terasa nyeri bahkan setelah menggunakan banyak pelumas, bereksperimenlah dengan posisi yang membuat penis berukuran jumbo pasangan lebih pas.

3. Anda memiliki kista ovarium

Kebanyakan kista ovarium jinak cenderung sembuh sendiri dalam dua hingga tiga bulan tanpa Anda sadari bahwa Anda memilikinya. Tapi terkadang kista ovarium memicu rasa sakit, biasanya di sisi kanan bawah atau kiri bawah panggul tempat ovarium Anda berada. “Jika ukurannya cukup besar, kista ovarium dapat menyebabkan sakit perut dan kram selama dan setelah berhubungan seks,” ujar Dr. Kecia Gaither, dokter ob-gyn dan direktur layanan perinatal di NYC Health + Hospitals/Lincoln.

Tips: Menurut Dr. Kecia, kebanyakan kista hanya tumbuh di bawah 4 inci (sekitar 10 cm), tetapi beberapa dapat tumbuh lebih besar yang bisa membengkak dan menyakitkan. Sehingga dokter mungkin perlu melakukan USG untuk melihat keberadaan kista sekaligus mengukurnya dan menentukan jenis perawatan yang akan Anda terima. Misanya jika dokter memastikannya dan rasa sakitnya terlalu parah, mungkin Anda akan disarankan menjalani operasi untuk menghilangkannya.

4. Anda menderita endometriosis

Diperkirakan satu dari 10 wanita menderita endometriosis, suatu kondisi yang diduga disebabkan oleh jaringan rahim yang telah berpindah ke rongga panggul, kata Dr. Gaither. Jaringan itu dapat menempel di mana saja di tubuh, tetapi biasanya tetap di rongga panggul dan membentuk kista di ovarium, peritoneum (selaput yang melapisi rongga perut Anda), kandung kemih, dan di sekitar otot panggul. Jika adhesi jaringan berada di belakang vagina, seks penetrasi dapat menyebabkan rasa sakit.

Tidak semua wanita dengan endometriosis akan mengalami nyeri saat atau setelah berhubungan seks. Tapi jika Anda mengalami rasa nyeri yang menusuk, kram menstruasi yang menyakitkan dan nyeri panggul sepanjang bulan maka Anda kemungkinan menderita endometriosis.

Tips: Endometriosis tidak dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dan pembedahan dapat meredakan gejala, jadi jujurlah pada dokter Anda.

5. Anda menderita penyakit radang panggul atau Pelvic inflammatory disease (PID)

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada organ saluran reproduksi bagian atas. Ini biasanya akibat infeksi menular seksual yang tidak diobati, seperti gonore atau klamidia. Seperti namanya, ini adalah kondisi peradangan, kata Dr. Ingber, dan itu dapat menyebabkan nyeri panggul, jaringan parut, dan bahkan infertilitas. Saat berhubungan seks, Anda mungkin akan merasakan nyeri lebih dalam di area panggul tempat organ reproduksi bagian atas berada.

Tips: Jika Anda mencurigai PID adalah penyebab nyeri Anda, segeralah temui dokter obgyn sesegera mungkin. “PID perlu diobati dengan antibiotik,” kata Dr. Ingber.

6. Anda alergi terhadap air mani pasangan Anda

Ini sangat jarang, tetapi alergi air mani memang ada. Sebanyak 40.000 wanita di AS alergi terhadap air mani pasangannya, menurut sebuah tinjauan studi dari University of Cincinnati.

Gejalanya bisa bersifat lokal (seperti bengkak atau gatal), atau sitemik. “Wanita mungkin merasa terbakar hebat, mengeluarkan cairan yang signifikan, dan bahkan mengalami reaksi di seluruh tubuh seperti menggigil, demam, dan tekanan darah rendah,” kata Dr. Ingber. Jika Anda berhubungan seks dengan kondom dan tidak mengalami gejala-gejala ini, mungkin penyebabnya adalah alergi.

Tips: Seorang dokter dapat melakukan tes kulit untuk memberi Anda diagnosis yang lebih pasti. Perawatannya biasanya berupa obat-obatan dan suntikan desensitisasi. Meskipun tampak tak meyakinkan, tetapi banyak wanita melaporkan bahwa gejala mereka berkurang seiring berjalannya waktu.

7. Anda tidak cukup terangsang sebelum berhubungan seks

“Lecet yang disebabkan oleh kurangnya pelumas selama hubungan seksual adalah penyebab nomor satu dari nyeri pasca-seks. Kadang-kadang kita terbawa suasana panas dan kita tidak selalu menyadari berapa banyak gesekan yang mungkin terjadi,” kata Donnica Moore, dokter obgyn dan presiden grup Sapphire Women’s Health di New Jersey, kepada Health. Namun, Anda mungkin perlu lebih banyak waktu untuk terangsang, bahkan jika Anda tahu sedang dalam mood dan sudah tidak sabar. Itu normal.

Tips: Sebelum berhubungan, pastikan untuk melakukan banyak pemanasan sehingga vagina Anda membengkak karena rangsangan dan menjadi cukup terlumasi. Seberapa basah Anda dapat dipengaruhi oleh kehamilan, menyusui, di mana Anda berada dalam siklus Anda, dan bahkan obat-obatan yang Anda minum. Jadi jika Anda membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menggunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon. Dan jika Anda menggunakan kondom, simpanlah jenis yang telah dilumasi, untuk kelembaban ekstra.

8. Seks Anda terlalu terburu-buru

Bagian dari sensasi seks adalah bereksperimen dengan berbagai posisi. “Namun saat Anda terburu-buru dan terlalu bergairah untuk mencoba berbagai posisi maka sangat mungkin Anda berakhir pada posisi yang memberi tekanan ekstra pada vagina atau vulva Anda. Sehingga berakhir dengan rasa sakit sesudahnya,” kata Dr.Moore.

Tips: Meskipun tubuh setiap wanita berbeda, Dr. Moore menyarankan untuk menghindari berhubungan seks dari belakang, yang menurutnya dapat menciptakan tekanan dan gesekan ekstra di pintu masuk vagina. Dan selalu beri tahu pasangan Anda jika dia akan melakukannya dengan cepat atau melakukan penetrasi pada Anda pada sudut yang tidak sesuai untuk tubuh Anda.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *